Besok saia pergi ke Batam dari Jakarta dan langsung ke Singapore.
Ga tau ya, ak kok ga ngerasa apa2, sad ato exciting ato apalah. Maksudku, ini Singapore lho, ini brand new beginning, ini huge step, seharusnya semua serba menggairahkan dan membakar di dada!! tapi kok ak plain aja yah?
Ga ada yang menahan dengan dramatisnya, ga ada yang melepas dengan sejuta nasihat. like no one care. kayak ini cuma ak mau pergi dari jogja ke surabaya aja. (trus maumu apa xin?nangis2? berlebihan banget…katanya ga suka drama..)
Just want to say thnx to :
1. Family, for raising me up til now, for caring for me, walopun kadang dgn cara yg ‘ajaib’. Ga kebayang ya anak kecil di Malvinas dulu udah ke Singapore skrg..
thnx Mom and Dad=)
2. PMKT, all my close friends there, mami KTBku, dan anak2 PMKT yang sudah bikin ke’sendiri’anku di Jogja serasa ga sendiri lagi berkat 2 kali persekutuan seminggu, rapat2, bazaar, KTB, jalan2, dll.
Cece, Edo, Cei, Rio, orang2 pertama yang ku sms kalo mo jalan ke Amplas. I’ll miz u guys..
Sodara2 KTBku, Marta, Risda n K’Ling. Thnx for bertumbuh bersamanya, jatuh bangunnya (Ayo Riz, yang rajin SaTe!! Ta, kalo resolusi 2008mu tcapai kasitau ya..)
KPPA. Jo dgn bakatnya utk ngomong 1 poin simpel selama mgkn, Chad yg lucu tp kalo ngomong di rpt lama skali (I mean it!), Narta yg serius2 ga jelas gt de, Abed yg plegma bgt, Binsar dgn suara gunturnya, Agen (esia,esia..), Rina yg praktis2 aja, and Royce. 1 taon sama kalian ga kerasa
3. Rangers. Sandra, Herna, Ris, Tha, Rin, Xtin. Inget dulu kita kalo KRS-an pasti sama2 biar kelasnya bareng…skarang dah ga bisa lagi, semua dah sendiri2..tar qta reunian ya noni2..=)
4. gosonX, buat semuanya. antar-jemput dengan motornya yg sdh menghabiskan brp ribu L bensin selama bbrp taon ini, becanda2nya, telinga yg dengerin ak ngobrol gak penting, kesabarannya pas ak lagi bad mood/bete/ngambek ato lagi childish dan melakukan hal2 tdk bertanggung jawab seperti shouting "go to hell!!idiot!stupid!" at you, ngelempar helm ato vas bunga, selalu-adanya pas ak sedih dan butuh membuka katup stress-relieve, pinjaman duitnya pas kirimanku blm dtng, de el el, de el el. U’re my best brother=)
5. Rey buat bbrp waktu ini. buat nemenin jalan2 di Jkt pas weekend (I know u’re busy at work-days..eniwei, congratz for the achievement!), buat obrolan2nya yg selalu sering berbeda pendapat (tapi malah jadi lebih menarik kok), buat traktirannya (entah sdh berapa ratus rb), buat kunci jawaban wartegg testnya, buat waktu, buat anterin pulang, nemenin cari jalan tengah malam buta (hohoho..), etc, etc.
For the closing, ak pgn nulis puisinya Subagio Sastrowardoyo (sodaranya Dian bukan sih?);), judulnya Kampung.
Kalau aku pergi ke luar negeri, dik
Karena hawa disini sudah pengap oleh pikiran-pikiran
Hidup di negeri ini seperti di dalam kampung
Dimana setiap orang ingin bikin peraturan mengenai lalu lintas di gang, jaga malam dan daftar diri di kemantren
Dimana setiap orang ingin bersuara
dan berbincang tentang susila, politik dan agama seperti soal yang dikuasai
Dimana setiap orang ingin jadi hakim
dan mengeroyok keluarga berdangsa, orang asing dan borjuis yang menyendiri
Dimana tukang jamu disambut dengan hangat, dengan perhatian dan tawanya
Dimana ocehan di jalan lebih berharga dari renungan di kamar
Dimana curiga lebih mendalam dari cinta dan percaya
Kalau aku pergi ke luar negeri, dik
Karena aku ingin merdeka dan menemukan diri